Sabtu, 30 Juli 2016

Motif Batu Bata

Batako ini umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Batako cenderung lebih ringan daripada bata merah dan teksturnya pun terlihat lebih halus. Sementara bata ringan (disebut hebel atau celcon) dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Disebut bata ringan karena bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bahan bangunan alternative bata merah ini diciptakan untuk memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Umumnya bata ringan ini memiliki ukuran panjang 40 cm, tebal 10 cm, dan tinggi 20 cm.



Selain sebagai elemen dinding, bata pun dapat digunakan untuk pagar dan juga lantai teras (eksterior). Biasanya elemen bata sebagai elemen pembangun dinding ini dilapisi dengan plesteran dan ditutupi lapisan akhir seperti cat tembok atau wallpaper dinding. Namun ada pula yang menginginkan bata yang terekspos untuk menciptakan kesan ruang tertentu seperti kesan etnik dan rustic dengan penggunaan bata merah; atau kesan industrial dan eklektik untuk enggunaan batako ekspos misalnya. Namun, penggunaan batu bata ekspos ini harus dengan perawatan yang teliti agar batu bata ekspos tersebut tidak berdebu, awet dan tak mudah “rontok”.


Namun jika Anda menginginkan perawatan yang lebih mudah dan praktis, mengapa tak mencoba mengaplikasikan wallpaper dinding motif batu bata? Kini tersedia beragam wallpaper dinding motif batu bata dengan nuansa warna yang berbeda untuk kesan ruang yang berbeda pula. Wallpaper dinding terbukti dapat merubah ruang dalam sekejap dan menjadi pemikat ruang. Agar ruangan terkesan bersih dan lapang, aplikasikan wallpaper dinding motif bata ini pada satu bidang dinding saja dan padu padankan dengan motif polos, kecuali jika Anda menginginkan kesan ruang yang sangat etnik.

Berikut Beberapa Motif Batu Bata yang bisa anda pilih, selengkapnya silahkan klik katalog














Rabu, 10 Februari 2016



Baca Ini Sebelum Memasang Wallpaper Dinding


Foto-6-Pasang-Wallpaper_resize
JIKA Anda bosan dengan tampilan dinding yang polos, wallpaper bisa menjadi pilihan untuk menghilangkan kebosanan Anda. Pelapis dinding dari kertas ini hadir dengan beragam warna, motif, bahkan tekstur.
Dalam melapisi dinding dengan wallpaper, Anda bisa melakukannya sendiri atau dengan bantuan tenaga ahli. Dengan bantuan tenaga ahli, tentu ada biaya lebih yang harus Anda keluarkan. Bagi Anda yang ingin mencoba mengaplikasikan wallpaper sendiri, berikut ini adalah beberapa kiat yang harus Anda pahami :
• Bagi Anda yang pertama kali memasang wallpaper, Anda harus presisi dalam memasang sambungan-sambungannya. Akan tetapi, untuk memudahkan Anda, coba pilih wallpaper dengan motif acak.
• Masih ada keuntungan lain yang bisa Anda peroleh dari wallpaper dengan pola acak. Pola tersebut akan membantu Anda meratakan sudut-sudut yang ingin Anda samarkan.
• Jika wallpaper yang Anda pilih memiliki pola geometris, pastikan dinding Anda tidak bergelombang. Jika dinding Anda bergelombang, pola tersebut akan terlihat seolah-olah bergeser.
• Wallpaper tebal yang bertekstur bukanlah pilihan yang tepat untuk diaplikasikan di langit-langit. Jenis ini terlalu berat dan kemungkinan akan jatuh saat pemasangan.
• Bagi Anda yang ingin mengganti wallpaper, ketika memasang wallpaper lama, potong dan basahilah dengan air berdeterjen. Lepaskan wallpaper mulai dari bagian bawah keatas. Berhati-hatilah agar plester dinding tidak terkelupas.
• Sebelum mengoleskan perekat, baca terlebih dahulu petunjuk pemasangan. Sebagian wallpaper dilengkapi dengan petunjuk untuk mengoles perekatnya di dinding bukan di wallpaper.
• Pada saat pemasangan, biarkan perekat menyerap terlebih dahulu di wallpaper. Berikan waktu penyerapan yang sama untuk setiap lembar. Wallpaper yang tebal membutuhkan waktu penyerapan yang lebih lama.
• Untuk wallpaper jenis vynil, gunakan perekat anti jamur yang kuat. Sedangkan untuk bahan lainnya, gunakan perekat yang biasa.
• Untuk meratakan kertas yang timbul, gunakanlah roller. Untuk bagian tepi, basahilah area yang akan dilapisi bagian tepi kertas, kemudian tekan kertas dengan roller.
• Kertas sering kali terlihat menggelembung ketika dipasang di dinding. Untuk mengatasinya, tusuklah bagian yang menggelembung tersebut dengan jarum kemudian ratakan kertas dengan roller.
• Salah satu masalah pada bagian sambungan adalah terjadi gulungan. Bukalah bagian yang menggulung tersebut, oleskan sedikit perekat di bawahnya dengan cotton bud. Kemudian ratakan kembali dengan roller.
• Jika Anda membuat sambungan horizontal, jangan potong kertas dengan lurus. Potonglah sedikit tidak rata. Kemudian, timpa dengan lembaran baru untuk menghasilkan sambungan yang nyaris tidak terlihat.
• Mungkin ini terdengar sepele namun tidak jarang orang-orang melupakannya. Pastikan permukaan wallpaper Anda sudah benar. Jangan memasangnya terbalik.